Our social:
Facebook Twitter Google+ Instagram

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label KAJIAN SUBUH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAJIAN SUBUH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Agustus 2017

Keutamaan dan Kemuliaan Qurban





Bismillahirrohmannirrohim

Kajian Ahad Subuh
Keutamaan dan kemuliaan Qurban

14 Dzulqokdah 1438 H
6 Agustus 2017
Oleh : Ustad Andi S, Spdi

Diawali dengan sebuah hadist Riwayat Al Bukhori oleh Ibnu Abbas. Bahwa Nabi Muhammad sholaallohiwasalam bersabda ; "Tidak ada hari dimana amal-amal sholeh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah subhanahu wata'ala dari pada hari hari, yaitu 10 hari dibulan Zulhijah". Mereka bertanya ; "Ya Rasul tidak juga jihad fisabilillah?. Nabi menjawab : "tidak juga jihad fisabilillah, kecuali orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya kemudian dia tidak kembali dengan sesuatu apapun."

Begitulah keutamaan 10 hari dibulan zulhijah yang dapat menandingin amalan sholehnya adalah mati syahid. 

Adapun amalan-amalan yang dapat dilakukan pada 10 hari dibulan zulhijah adalah sebagai berikut :

1. Melaksanakan Ibadah Haji itu sendiri
2. Berpuasa 10 hari di bulan zulhijah terutama hari arafah (9 zulhijah)
3. Memperbanyak takbir dan zikir
4. Memperbanyak taubat dan meninggalkan maksiat
5. Memperbanyak amal sholeh
6. Bertakbir sebelum sholat idul adha
7. Berqurban
8. Melaksanakan sholat Idul Adha
9. Mengisi ketaatan kepada Allah subhanahu wata'ala. 

Adapun hukum berqurban adalah sunnah muakad, meski sebagian ulama ada yang berpendapat wajib. 
Dasarnya adalah quran surat Attakatsur. 

Hewan qurban yang boleh untuk berqurban adalah Kambing/domba, sapi atau onta.
Umur yang disyariatkan untuk domba adalah minimal setengah tahun, untuk sapi minimal 2 tahun, onta minimal 5 tahun. 

Waktu penyembelihan adalah setelah melaksanakan sholat idul adha sampai terakhir hari tasyrik. Waktu sholat idul adha sebaiknya disegerakan (lebih pagi) dan disunahkan berpuasa sampai selesai pelaksanaan sholat Idul Adha. 

Dalam pelaksanaan penyembelihan haruslah mensegerakan kematian bagi hewan qurban seperti pisau harus tajam, dan disyariatkan yang menyembelih adalah yang berqurban. Namun jika tidak memiliki kemampuan untuk menyembelih maka dapat diserahkan kepada ahlinya. Dan sebaiknya yang berqurban menyaksikan prosesi penyembelihan hewan qurbanya.

Hewan qurban hendaknya ditutupin atau dijauhkan daripada hewan lain yang akan disembelih. Jangan membaringkan hewan qurban terlalu lama, hendaklah membaringkan hewan qurban jika sudah betul betul siap semua. 

Bagi yang menyembelih hewan qurban disyariatkan membaca niat : BISMILLAH ALLAHUMA HADZA AN ... (sebutkan nama pengqurban).. /NAFSIH (jika menyembelih sendri).. LILLAHITA'ALA. ALLAHUAKBAR...

disyariatkan juga bahwa 1 ekor kambing untuk satu keluarga, tidak harus 1 nama, namun tidak mengapa jika untuk satu nama.

Dalam pembagian daging qurban disyariatkan dengan ketentuan sebagai berikut :
* 1/3 untuk yg berqurban
* 1/3 untuk fakir miskin
* 1/3 untuk disimpan
Ketentuan ini dapat disepakati oleh pihak yang berqurban, jika yang berkurban menyerahkan seluruhnya atau sebagain daging qurban sah-sah saja. Namun menjadi catatan bagi yang berqurban tidak meminta bagian daging qurban melebihi 1/3 dari berat hewan qurban. 

Penitia atau penyelenggara tidak disyariatkan untuk menjual bagian apapun dari sembelihan hewan qurban. Artinya seluruh bagian tubuh hewan qurban haruslah dibagikan kepada yang berhak. Tidak menutup kemungkinan jika yang berqurban menyerahkan bagian2 tertentu untuk diolah oleh panitia atau yang ahli mengolah bagian tubuh hewan qurban.

Disyariatkan juga bagi yang ingin berqurban tidak mencukur rambut atau menggunting kuku. 

Adapun hikmah daripada pelaksanaan qurban ini adalah meneladani dari Nabi Ibrahim alaihissalam. Dalam rangka melaksanakan perintah Allah subhanahuwata'ala dengan penuh ketaatan dan keikhlasan. Untuk mencapai derajat ketaqwaan itulah diperlukan pengorbanan dan keikhlasan dari setiap perjuangan kita mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala.

=====================

Mudah mudahan Allah subhanahuwata'ala senantiasa membimbing dan menyatukan hati kita untuk senantiasa ingat dan ikhlas dalam beribadah.

Kami dari panitia Idul Qurban DKM Attaqwa mengucapkan terima kasih atas kepercayaan bapak2/ibu2 yang telah berqurban. Mudah mudahan Allah subhanahuwata'ala melencarkan segala urusan kita. Dan mengumpulkan kita sekalian di syurgaNya nanti. Aamiin

DKM ATTAQWA AYANA
The Greenhill Pondok Rajeg

Senin, 10 Juli 2017

Indikasi Diterimanya Amaliyah Ramadhan Kita




Rangkaian ayat diawal surat Al Ghosiyah menceritakan neraka dan para penghuninya.
Ternyata salah satu penyebab orang dimasukan ke neraka adalah sebab amalan yg banyak dan beragam tapi penuh cacat (amalan yang sia-sia).
Allah ﷻ berfirman:

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ 
"(karena) bekerja keras lagi kepayahan,"
(QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 3)

Apakah yang menjadi ciri amal yang diterima oleh Allah ﷻ ? Yaitu adanya keberlanjutan amal yang tetus dilaksanakan.

Hasan Al Basri mengungkapkan :
"Sesungguhnya diantara hukuman dosa seseorang adalah perbuatan dosa sesudahnya, dan balasan kebaikan seseorang adalah amal baik sesudahnya."

Berkaitan dengan amalan bulan Romadhon yang telah berlalu, hendaknya kita berintrospeksi diri, 

Apakah Romadhon hanya bulan ibadah musiman saja?

Apa yang harus dijaga setelah Romadhon pergi?

1. Harus bisa melanjutkan menahan lapar dan haus (nafsu/syakhwat) diluar Romadhon
Ada amalan mulia setelah Romadhon berlalu yang pahalanya seperti berpuasa setahun penuh, yaitu berpuasa 6 hari dibulan Syawal. Sudahkah kita mengamalkannya? Masih ada
2 pekan kesempatan kita mengamalkannya. Khawatir kita tidak berjumpa lagi dengan Syawal tahun yang akan datang.

2. Persembahan terbaik dibulan Romadhon ada di akhir (laylatul Qodr)
Malam Al-Qodar dapat diraih oleh orang-orang yang ber-i'tikaf di masjid, meskipun bagi mereka yang ber-udzur syar'i dapat dicari di rumah. Pada intinya, amalan ini berangkat dari semangat beribadah di masjid/memakmurkan masjid.
Ada keberlanjutan kebiasaan memakmurkan masjid.
Makmurkanlah masjid, hadirlah masjid, dan sangat penting juga ajaklah anak laki-laki kita ke masjid. Tanamkan kedalam memorinya untuk menghadiri masjid sejak dini.
Membangun kemakmuran masjid harus dibangun sejak dini

Salah satu musibah besar adalah anak laki-laki kita tidak memakmurkan masjid.
Hanya dengan memiliki keinginan yang tulus saja untuk memiliki anak laki-laki menjadi ahlul masjid, merupakan cermin/ciri sebagai orang tua sholih/sholiha.

3. Menjaga keberadaan kita bersama orang sholih
Menjaga keberadaan kita bersama orang sholih jauh lebih penting dari kesholihan kita sendiri, karena ada arah keberpihakan disana.
Banyak orang yang tidak sholih dikumpulkan dengan orang yang sholih, begitupun sebaliknya.
"Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya"

4. Hendaknya melapangkan hati untuk memaafkan
Salah satu do'a dibulan Romadhon yaitu "Allhumma innaka afuwwun tuhibbul afwaafa'fuannii..."

Hendaknya hati kita selalu lapang dalam memaafkan.
Hal ini merupakan salah satu amalan hati setelah Romadhon berlalu.

Semoga bermanfaat

DKM At-taqwa
Ayana-Green Hill